8 Alasan Susah Kuruskan Badan Meski Sudah Diet dan Olahraga

Semua orang pasti ingin berat badan yang ideal untuk jaga stamina dan kesehatan, namun ada beberapa orang yang susah kuruskan badan padahal sudah diet dan olahraga yang teratur. Nah melalui artikel ini saya akan menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi dan apa yang harus kamu lakukan.

Nah yang pertama tentu saja kamu harus tahu apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin dulu saya pernah menjelaskan alasannya di sini, tapi buat reminder ada 4 alasan yang akan saya sampaikan lagi.

Asupan kalori yang kurang sesuai

Kalau dengar kata “ingin dapat berat badan yang ideal” kamu pasti akan mengasosiasikan dengan diet bukan? Sebagian besar diet identik dengan menggunakan metode kalori defisit yang berarti membuat kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan yang keluar untuk beraktivitas.

Cara ini artinya kamu harus menghitung kalori yang kita makan dan membandingkan dengan kalori yang kamu keluarkan untuk beraktivitas. Namun disini masalahnya, karena kalau kamu tidak benar-benar mengetahui hitungan yang benar yang ada malah akan menimbulkan masalah baru bagi tubuh kamu.

Kenapa? Karena angka kalori adalah sesuatu yang tidak pasti, bahkan angka kalori yang dikeluarkan dari Ilmu Gizi sekali pun belum tentu akurat. Sebab bisa saja tes dalam menentukan angka kalori tersebut tidak menggunakan badan manusia. Padahal untuk satu jenis makanan yang kita makan, jumlah kalorinya akan menjadi berbeda pada satu tubuh dan tubuh lainnya.

Hasilnya, berat badan kamu akan stuck diangka yang sama.

Pilihan makanan yang salah

Setelah kalori defisit terpecahkan, faktor susah kurus selanjutnya adalah kesalahan dalam memilih jenis makanan yang kamu konsumsi. Dalam menentukan makanan sehat, pilihan pertama adalah makanan alami seperti makanan yang terbuat dari tanaman atau hewani termasuk makanan olahan seperti susu, yoghurt, telur dan roti gandum yang kaya akan karbohidrat kompleks.

Nah sebaliknya, makanan yang harus kamu hindari adalah makanan yang bertepung. Kenapa? Karena tepung merupakan karbohidrat yang tidak terlihat. Artinya tepung itu terlihat seperti bentuknya kecil tapi sebenarnya kandungan karbohidratnya sangat banyak.

Misalnya nih, tepung yang kita pakai sebagai balutan untuk gorengan. Saat diproses dengan teknik masak tersebut minyak yang digunakan untuk menggoreng akan menyerap ke dalam makanan sehingga kandungan lemaknya menjadi lebih tinggi. Kalori yang terkandung dalam 1 gram lemak bisa mencapai sekitar dua kali dari perpaduan karbohidrat dan protein.

Jadi solusinya adalah dengan memilih pola makanan sehat yang mengandung komposisi karbohidrat dan protein. Misalnya memadukan antara nasi dan sayur bukan nasi dengan gorengan. Selain itu kamu juga harus memastikan kalau kamu makan sebelum lapar agar tidak kalap. Terakhir pastikan juga minum air putih yang banyak untuk menjadi detoks dalam tubuh.

Kesalahan pada pola olahraga

Selain diet, dalam mendapatkan berat badan yang ideal kamu juga harus rutin berolahraga. Tapi tidak asal berolahraga ya, karena kalau kamu melakukan olahraga dengan asal yang ada malah kamu hanya buang-buang waktu dan tenaga.

Seperti yang kamu tahu, ada banyak jenis olahraga mulai dari olahraga dengan fokus melatih fleksibilitas seperti yoga atau pilates, kardio untuk membakar lemak seperti lari atau zumba dan pastinya olahraga untuk massa otot seperti angkat beban.

Nah agar kamu tidak salah dalam melakukan olahraga tersebut, yang pertama harus kamu lakukan adalah mengetahui jenis-jenis olahraga yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Misalnya kalau kamu bertujuan untuk menurunkan berat badan maka kamu harus memperbanyak latihan kekuatan atau kardio seperti lari, zumba dan lain sebagainya. Nah kalau kamu juga ingin menurunkan kadar lemak (fat loss) tidak cukup hanya dengan kardio saja, kamu juga harus melakukan angkat beban untuk membentuk otot agar bisa mendapatkan hasil perut yang sixpack.

Massa otot bertambah

Saat kamu rutin melakukan olahraga, ada kemungkinan pasti kalau otot kamu juga akan bertambah, terlebih kalau kamu melakukan olahraga angkat beban. Misalnya berat badan kamu 50 kg lalu karena berolahraga otot kamu akan naik 1 kg dan lemak turun 1 kg, jadi tidak heran kalau berat badan kamu stabil.

Hasilnya apa? Badan kamu akan lebih kecil tapi angka timbangan kamu tetap sama karena badan yang terisi lemak akan digantikan otot. Jadi kamu jangan bingung ya kalau merasa sudah rutin berolahraga dan badan mulai lebih kecil tapi saat menimbang beratnya masih sama.

Stress

Selain efek dari salah dalam berdiet dan berolahraga, stress juga bisa menjadi penyebab berat badan tidak turun. Begini penjelasannya, pada saat badan kamu stress, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol sehingga normal sekresi kortison pun akan berubah. Hormon kortisol sendiri adalah hormon yang berfungsi untuk memetabolismekan lemak dan merangsang pelepasan dan pemeliharaan kadar insulin pada darah.

Lalu apa efek dari peningkatan hormon kortisol ini? Efeknya adalah pengendapan lemak di daerah perut sehingga usaha kamu untuk diet dan olahraga menjadi sia-sia. Nggak mau kan?

Kurang tidur

Faktor susah kurus selanjutnya adalah kurang tidur. Percuma kamu sudah diet dan rutin berolahraga kalau kamu masih kurang tidur, karena saat kamu kekurangan waktu tidur dalam seminggu maka akan mengakibatkan kenaikan berat badan hingga 1 kg lho.

Tak hanya itu, kurang tidur juga dapat memperlambat metabolisme tubuh kamu, sehingga laju kalori yang terbakar pun akan jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang cukup tidur.

Hormon tidak seimbang

Terkadang kamu sudah diet ketat dan olahraga rutin, tapi masih saja kelebihan berat badan, Mungkin masalahnya adalah hormon kamu. Bisa saja kamu kelebihan hormon esterogen. Hormon ini membantu memproduksi gula darah, sehingga saat tubuh memproduksi secara berlebih sel yang menghasilkan insulin akan menjadi tegang dan tubuh menjadi anti insulin. Efeknya, insulin hanya akan mengirimkan sedikit glukosa ke hati dan otot, sisanya ke aliran darah. Nah glukosa yang berada di aliran darah inilah yang kemudian berubah menjadi lemak.

Duduk terlalu lama

Tahukah kamu kalau duduk terlalu lama dapat menyebabkan tidak lancarnya peredaran glukosa di daerah perut, pinggang dan pantat. Inilah salah satu penyebab banyak pekerja kantor yang memiliki bentuk tubuh seperti buah pir karena mereka duduk berjam-jam di kantor.

Jadi mulailah ubah kebiasaan kamu yang duduk berjam-jam dengan jalan kaki selama 5 menit setiap 2 jam sekali sehingga sirkulasi glukosa dalam tubuh menjadi lancar dan tidak ada penumpukan lemak.

Nah itu tadi 8 alasan kenapa kamu susah kurus padahal sudah diet dan olahraga. Ternyata alasannya tidak hanya salah dalam berdiet atau berolahraga ya, namun juga ada kebiasaan dan stress yang ikut berpengaruh di dalamnya.

Biar usaha diet dan olahraga kamu nggak sia-sia yuk mulai juga ubah pola hidup kamu agar makin sehat dan mendapatkan hasil yang maksimal!