6 Fakta dan Mitos Seputar Fitness

Kalau kamu suka berolahraga, fitness jadi salah satu pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan untuk membakar lemak. Apalagi sekarang semakin banyak pilihan gym yang bisa kamu ikuti dan menyediakan berbagai alat atau kelas yang bisa dipilih. Tak hanya untuk menurunkan berat badan, fitness juga jadi pilihan untuk kamu yang ingin membentuk tubuh menjadi lebih berotot bukan?

Nah sebagai penyuka fitness, kamu tentu saja sering mendengar banyak informasi termasuk dengan mitos seputar fitness, seperti panduan fitness untuk pemula. Ada yang benar namun banyak pula yang salah. Di artikel ini, saya ingin membagikan informasi seputar fitness, mana yang fakta mana juga yang hanya mitos.

Simak yuk!

Mitos 1: “Waktu olahraga yang paling baik adalah pagi hari”

Faktanya, kunci berolahraga bukan pada waktunya, melainkan pada konsistensi kita saat melakukannya. Jadi kapan pun kamu ingin berolahraga baik pagi, siang, sore atau pun malam tidak masalah.

Yang harus kamu pahami adalah intensitas kamu fitness. Misalnya kalau kamu terbiasa melakukannya dua kali dalam seminggu maka biasakan dan berdisiplinlah untuk melakukan secara rutin. Karena mitos fitness yang mengatakan waktu terbaik hanya di pagi hari tidak benar.

Hanya saja, usahakan untuk tidak melakukan kardio di siang hari kalau bukan di dalam tempat gym. Karena terik matahari saat siang bolong akan membuat kamu merasakan dehidrasi lebih cepat.

Mitos 2: “Kamu harus berlatih sampai badan terasa remuk untuk mendapatkan hasil yang maksimal”

Faktanya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal kamu tidak harus menyakiti tubuh. Fakta fitness yang harus kamu tahu adalah metode yang benar untuk latihanlah yang menentukan maksimal atau tidaknya.

Rasa sakit dan nyeri untuk kamu yang baru saja melakukan latihan memang wajar, namun jika sakit dan nyeri itu selalu muncul setelah kamu fitness, ini artinya kamu berlatih terlalu keras. Rasa sakit pada otot yang terasa lebih dari 48 jam merupakan pertanda kalau terjadi peradangan dan kerusakan pada jaringan elastis yang mengelilingi serat otot. Maka berikan waktu otot untuk beradaptasi dan jangan berlatih secara berlebihan untuk menghindari cidera otot.

Metode yang benar adalah dengan melakukan pemanasan selama sekitar 10 menit dengan alat elliptical atau berjalan pelan di treadmill. Kemudian saat melakukan latihan inti, cukup lakukan dalam hitungan tiga set yang masing-masing berisi 8-15 repitisi untuk semua jenis latihan secara menyeluruh mulai badan atas, tengah dan kaki. Gunakan beban standar yang tidak terlalu berat. Jikalau kamu tidak mampu menyelesaikan 8 repetisi dan 3 set dengan beban tersebut, berati beban yang kamu pakai terlalu berat.

Mitos 3: “Kalau kita berhenti fitness maka otot yang sudah berubah menjadi lemak akan kembali ke bentuk semula.”

Faktanya, lemak dan otot adalah dua jaringan yang berbeda. Lemak tidak akan bisa berubah menjadi otot dan begitu juga sebaliknya. Yang benar adalah, otot akan menyusut ketika kamu berhenti berlatih. Padahal kamu akan makan dengan porsi yang sama seperti pada saat latihan. Hasilnya adalah, kalori yang kamu konsumsi lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak.

Mitos 4: “Kamu bisa makan apa saja untuk menggantikan energi yang habis digunakan saat berlatih”

Faktanya, hasil fitness yang maksimal tidak hanya disebabkan oleh latihan saja namun dengan diimbangi dengan pola makan yang benar dan pola hidup yang sehat. Jika kamu berprinsip kalau kamu melakukan fitness sebagai alat untuk menebus pola makanmu yang kacau maka jangan terlalu berharap untuk bisa menurunkan berat badan.

Lalu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi? Agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau masalah pada otot, sebaiknya kamu mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi maksimal 30 menit setelah berolahraga. Pilihlah sereal gandum yang dicampur dengan susu rendah lemak atau roti gandum dengan selai kacang atau smoothie yang terbuat dari campuran buah-buahan. Nah untuk mengganti cairan tubuh dan terhindar dari dehidrasi, pastikan kamu meminum air putih sebelum, selama dan sesudah berolahraga ya! pastikan setelah selesai latian kamu langsung mengkonsumsi makanan yang tinggi protein dan ada karbohidrat untuk menggantikan energi yang hilang ya

Mitos 5: “Perlengkapan olahraga yang mahal akan mengurangi risiko cidera”

Faktanya, bukan harga yang mahal namun seberapa pas perlengkapan olahraga tersebut dipakai. Misalnya, kamu menggunakan sepatu basket untuk bermain futsal. Tak peduli berapa mahalnya sepatu basket tersebut, tetap saja potensi cidera saat digunakan akan lebih besar dibandingkan kalau kamu memakai sepatu futsal.

Atau contoh lainnya adalah, saat kamu memakai sepatu lari yang mahal namun satu angka dibawah ukuran kaki kamu, tentu saja akan berpotensi untuk menimbulkan cidera jika dibandingkan dengan sepatu lari yang murah namun sesuai dengan ukuran kaki kamu. Jadi sebaiknya jangan pernah terjebak dengan anggapan kalau harga mahal akan menghindarkanmu dari cidera. Sebaiknya kamu lebih memilih menggunakan perlengkapan yang nyaman untuk kenakan.

Mitos 6: “Banyaknya keringat yang keluar menentukan jumlah kalori yang terbuang.”

Faktanya, keringat dan jumlah kalori yang terbakar atau penurunan berat badan tidak ada kaitannya. Sebabm keringat adalah bentuk dari reaksi tubuh kamu jika ingin mendinginkan diri atau membuang cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jadi hanya berhubungan dengan pembakaran kalori saja.

Tidak hanya itu saja, tiap orang juga memiliki kadar keringat yang berbeda-beda. Ada yang mudah berkeringat namun ada juga yang susah. Jadi jangan khawatir, kalau kamu berolahraga dan tidak mengeluarkan keringat, kemungkinan kamu termasuk tipe orang yang memiliki kadar keringat sedikit.

Untuk urusan penurunan berat badan, lebih baik kamu mengatur pola makan dan gaya hidup serta menjaga kondisi badan. Jangan memaksakan diri untuk berkeringat secara berlebihan. Yang ada malah bisa-bisa kamu terkena dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh.

Nah kalau kamu sudah tahu tentang mitos fakta seputar fitness, sekarang kamu bisa lebih berfokus untuk olahraga dengan metode yang benar. Jangan lupa juga untuk mengimbangi semua latihan dengan pola makanan dan lifestyle yang sehat ya!

Kalau kamu masih butuh panduan untuk fitness dan pola makan yang sehat, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan saya, Alvin Hartanto. Cari tahu di sini untuk tahu lebih banyak mengenai siapa saya dan apa yang saya tawarkan.

See you soon!