Soy atau Whey Protein, Mana yang Lebih Baik?

Soy atau Whey Protein, Mana yang Lebih Baik?

Konsumsi protein untuk pemenuhan gizi dalam tubuh pada saat ini menjadi tren bagi masyarakat dunia. Protein dianggap menjadi pilihan yang tepat untuk pemenuhan gizi dalam menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Soy dan whey protein merupakan dua jenis sumber protein yang saat ini banyak dipilih oleh beberapa orang dengan intensitas kerja otot berat. Soy atau whey protein, mana yang lebih baik?

Mayoritas atlet dan binaragawan mengonsumsi soy atau whey protein untuk pemenuhan energi di dalam tubuh. Kandungan protein di dalam soy dan whey terbukti mampu membantu proses sintesis protein otot dengan cukup baik. Pada saat ini, soy dan whey protein juga dikonsumsi untuk menunjang kebutuhan diet sehat. Dari kedua jenis sumber protein nabati tersebut, manakah yang lebih baik? Berikut merupakan beberapa perbandingan dari kandungan gizi dan manfaat soy dan whey protein untuk hidup sehat Anda.

Pengaruh Stimulasi Sintesis Protein Otot
Soy Protein: memiliki kandungan asam amino yang dapat memengaruhi sintesis protein otot di dalam tubuh. Sintesis protein otot umumnya dibutuhkan secara maksimal bagi para atlet dan binaragawan. Soy protein mampu memengaruhi stimulasi sintesis protein otot hingga 100%.

Whey Protein: merupakan jenis sumber protein yang juga dikonsumsi secara rutin oleh atlet dan binaragawan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Tang pada tahun 2008, diketahui bahwa whey protein memiliki kadar sintesis protein otot sebesar 122%. Lebih besar dari kadar yang dihasilkan oleh soy protein.

Pengaruh Stimulasi Asam Amino Esensial
Soy Protein: diketahui memiliki kandungan asam amino yang baik untuk proses sintesis protein otot. Soy protein tidak memiliki jenis asam amino spesifik.
Whey Protein: memiliki kandungan asam amino leusin yang sangat baik untuk menstimulasi kerja protein otot. Leusin merupakan bagian dari kandungan BCAA (Branch Chain Amino Acid) yang merupakan jenis asam amino dengan fungsi penting di dalam tubuh.

Lama Waktu Pencernaan
Soy Protein: memiliki intensitas waktu yang lama untuk mampu dicerna secara optimal. Intensitas pencernaan yang lama akan menurunkan stimulasi kerja protein otot.
Whey Protein: diketahui memiliki intensitas waktu yang lebih cepat untuk dicerna. Asam amino yang dicerna secara cepat akan mengalir secara maksimal ke dalam darah dan mampu menstimulasi kerja protein otot secara maksimal.

Demikianlah beberapa karakteristik dari dua jenis protein nabati yang direkomendasikan. Soy atau whey protein, mana yang lebih baik? Tentunya Anda telah mengetahui fakta dari kedua jenis makanan tersebut dengan tepat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s